Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji? Ini Cara Menghitungnya

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji? Ini Cara Menghitungnya

Punya gaji Rp10 juta per bulan bukan berarti otomatis aman mengambil cicilan rumah Rp4 juta. Begitu juga seseorang dengan penghasilan Rp20 juta belum tentu nyaman membayar KPR Rp6 juta jika masih memiliki cicilan kendaraan, biaya sekolah anak, atau kebutuhan keluarga yang cukup besar.

Ini salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika orang mulai mencari rumah.

Pertanyaan pertama biasanya:

“Dengan gaji saya, bank bisa kasih KPR berapa?”

Padahal ada pertanyaan yang menurut saya lebih penting:

“Dengan penghasilan saya sekarang, cicilan KPR berapa yang masih nyaman dibayar bertahun-tahun?”

Keduanya terdengar mirip, tetapi sebenarnya berbeda.

Bank menilai apakah seseorang memenuhi kriteria mendapatkan kredit. Sementara Anda sendiri perlu menilai apakah setelah membayar KPR, keuangan keluarga masih cukup untuk makan, transportasi, pendidikan, kesehatan, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan lainnya.

KPR bukan cicilan tiga atau enam bulan. Tenornya bisa belasan bahkan puluhan tahun.

Karena itu, kemampuan mengambil KPR sebaiknya tidak dihitung berdasarkan kondisi keuangan terbaik bulan ini saja.

Mari kita hitung dengan cara yang sederhana.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji



Berapa Persen Gaji yang Aman untuk Cicilan KPR?

Sebagai panduan kesehatan keuangan, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menggunakan rasio cicilan maksimal sekitar 30% dari penghasilan bulanan.

Rasio tersebut bukan khusus KPR saja, melainkan seluruh cicilan utang yang harus dibayar setiap bulan.

Jadi rumus sederhananya:

Batas total cicilan = 30% × penghasilan bulanan

Misalnya penghasilan Anda Rp10 juta per bulan:

30% × Rp10.000.000 = Rp3.000.000

Artinya, sebagai panduan keuangan pribadi, total cicilan sebaiknya berada di sekitar Rp3 juta per bulan atau lebih rendah.

Tetapi ada satu kata yang perlu diperhatikan: total.

Kalau Anda masih memiliki cicilan motor Rp800 ribu per bulan, maka ruang cicilan KPR bukan lagi Rp3 juta.

Perhitungannya menjadi:

Rp3.000.000 - Rp800.000 = Rp2.200.000

Jadi batas cicilan KPR yang lebih masuk akal sekitar Rp2,2 juta per bulan.

Ini jauh lebih realistis dibanding hanya mengalikan gaji dengan 30%.


Tabel Cicilan KPR Berdasarkan Gaji

Dengan menggunakan batas 30% sebagai panduan awal, berikut gambaran sederhananya:

Penghasilan BulananMaksimal Total Cicilan 30%
Rp4 jutaRp1,2 juta
Rp5 jutaRp1,5 juta
Rp6 jutaRp1,8 juta
Rp7 jutaRp2,1 juta
Rp8 jutaRp2,4 juta
Rp10 jutaRp3 juta
Rp12 jutaRp3,6 juta
Rp15 jutaRp4,5 juta
Rp20 jutaRp6 juta
Rp25 jutaRp7,5 juta
Rp30 jutaRp9 juta

Tabel ini bukan berarti bank pasti memberikan kredit sebesar angka tersebut.

Ini hanya cara sederhana untuk mengukur apakah cicilan masih berada dalam batas yang relatif sehat dibanding penghasilan.

Kebijakan persetujuan kredit setiap bank dapat berbeda karena bank juga mempertimbangkan profil pemohon, kemampuan membayar, riwayat kredit, usia, masa kerja, sumber pendapatan, properti yang dibeli, dan berbagai faktor lainnya.


Lebih Aman Menggunakan Gaji Kotor atau Take Home Pay?

Kalau tujuannya untuk mengatur keuangan pribadi, saya lebih suka menggunakan penghasilan yang benar-benar masuk ke rekening atau take home pay.

Misalnya gaji di kontrak kerja Rp12 juta.

Setelah pajak, BPJS, dan potongan lain, uang yang benar-benar diterima Rp10,5 juta.

Untuk membuat anggaran rumah tangga, lebih aman menghitung dari Rp10,5 juta.

30% × Rp10,5 juta = Rp3,15 juta.

Dengan cara ini kita tidak membuat kemampuan keuangan terlihat lebih besar dari uang yang sebenarnya tersedia setiap bulan.

Untuk proses pengajuan KPR sendiri, bank dapat memiliki metode perhitungan pendapatan dan rasio kredit yang berbeda.

Karena itu, bedakan antara:

kemampuan versi bank dan kemampuan versi keuangan keluarga.

Kalau bank mengatakan Anda bisa mencicil Rp4 juta tetapi setelah dihitung sendiri angka yang nyaman hanya Rp3 juta, tidak ada kewajiban mengambil kemampuan maksimal yang diberikan bank.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji



Cara Menghitung Cicilan KPR yang Aman

Mari gunakan rumus yang sederhana:

Cicilan KPR Aman

(Penghasilan bulanan × 30%) - total cicilan lain = ruang cicilan KPR

Contohnya:

Penghasilan: Rp15 juta

Cicilan mobil: Rp2 juta

Cicilan kartu kredit: Rp500 ribu

Maka:

30% × Rp15 juta = Rp4,5 juta

Total cicilan lain = Rp2,5 juta

Rp4,5 juta - Rp2,5 juta = Rp2 juta

Dengan pendekatan ini, ruang cicilan KPR sekitar Rp2 juta per bulan.

Sekilas mungkin terasa kecil karena penghasilannya sudah Rp15 juta.

Tetapi penyebabnya bukan KPR.

Masalahnya adalah sebagian kapasitas berutang sudah dipakai untuk cicilan kendaraan dan kartu kredit.

Inilah alasan mengapa membereskan cicilan konsumtif sebelum mengajukan KPR bisa sangat membantu.


Contoh: Gaji Rp10 Juta Bisa Cicil Rumah Berapa?

Misalnya seseorang menerima penghasilan bersih Rp10 juta per bulan dan tidak memiliki cicilan lainnya.

Menggunakan batas 30%:

Rp10 juta × 30% = Rp3 juta per bulan

Artinya, cicilan rumah sekitar Rp3 juta bisa menjadi batas awal perhitungan.

Tetapi saya pribadi akan membuat satu simulasi tambahan.

Bagaimana kalau cicilannya hanya 25%?

Rp10 juta × 25% = Rp2,5 juta

Selisih Rp500 ribu setiap bulan mungkin terlihat kecil.

Dalam satu tahun berarti Rp6 juta.

Uang tersebut dapat digunakan untuk:

  • dana darurat
  • biaya perawatan rumah
  • PBB
  • kebutuhan anak
  • asuransi
  • investasi
  • tabungan renovasi
  • kebutuhan tak terduga

Jadi tidak selalu semakin besar plafon KPR semakin baik.

Kadang rumah sedikit lebih murah justru membuat kehidupan setelah membeli rumah jauh lebih nyaman.


Kalau Penghasilan Tidak Tetap, Jangan Langsung Pakai Angka Bulan Terbaik

Ini sangat penting bagi pengusaha, freelancer, agen properti, pedagang, pekerja komisi, atau siapa pun yang pendapatannya berubah setiap bulan.

Misalnya:

Januari: Rp15 juta
Februari: Rp8 juta
Maret: Rp12 juta
April: Rp7 juta
Mei: Rp18 juta
Juni: Rp9 juta

Jangan menghitung kemampuan KPR dari pendapatan Rp18 juta.

Lebih baik cari rata-rata penghasilan selama beberapa bulan atau bahkan 12 bulan.

Kalau rata-rata akhirnya Rp11 juta, gunakan angka tersebut sebagai titik awal.

Bahkan untuk pendapatan yang sangat fluktuatif, Anda bisa menggunakan angka yang sedikit lebih konservatif.

Kenapa?

Karena cicilan KPR datang setiap bulan, termasuk ketika penjualan sedang sepi.


Jangan Lupa Cicilan yang Kelihatannya Kecil

Saat menghitung kemampuan mengambil KPR, masukkan semua kewajiban kredit yang masih berjalan.

Contohnya:

  • cicilan mobil
  • cicilan motor
  • kartu kredit
  • kredit tanpa agunan
  • paylater
  • cicilan elektronik
  • pinjaman koperasi
  • pinjaman fintech
  • pembiayaan usaha yang menjadi kewajiban pribadi

Misalnya gaji Rp12 juta.

Batas 30% = Rp3,6 juta.

Kemudian ternyata ada:

Cicilan motor Rp900 ribu
Paylater Rp400 ribu
Kartu kredit Rp700 ribu

Totalnya sudah Rp2 juta.

Artinya ruang cicilan KPR tinggal sekitar:

Rp3,6 juta - Rp2 juta = Rp1,6 juta

Ini alasan mengapa seseorang dengan gaji Rp12 juta belum tentu memiliki kemampuan KPR lebih besar dibanding orang bergaji Rp9 juta yang sama sekali tidak memiliki utang.


Bank Juga Melihat Riwayat Kredit

Sebelum memberikan kredit, bank dapat menggunakan informasi dari Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK sebagai salah satu bahan analisis.

SLIK memuat informasi mengenai fasilitas kredit atau pembiayaan debitur.

OJK menegaskan bahwa informasi SLIK bersifat netral dan bukan sekadar “daftar hitam”. SLIK juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah kredit perumahan disetujui atau tidak.

Artinya, kebiasaan membayar cicilan tetap penting.

Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya cek kembali apakah:

  • ada tunggakan kartu kredit
  • paylater sering terlambat
  • pinjaman lama sudah tercatat lunas
  • terdapat kredit yang tidak Anda kenali
  • data kredit sudah sesuai

Calon debitur dapat mengajukan permintaan informasi debitur melalui layanan iDeb SLIK OJK.


Berapa Harga Rumah yang Bisa Dibeli?

Di sinilah banyak orang keliru.

Cicilan Rp3 juta tidak dapat langsung dikalikan 240 bulan lalu disimpulkan:

Rp3 juta × 240 = Rp720 juta.

KPR tidak bekerja seperti itu.

Dalam cicilan KPR terdapat pembayaran pokok dan bunga atau margin pembiayaan.

Besarnya cicilan dipengaruhi oleh:

  • harga rumah
  • uang muka
  • plafon pinjaman
  • bunga
  • metode bunga
  • tenor
  • usia debitur
  • kebijakan bank

Karena itu, setelah mengetahui batas cicilan yang nyaman, langkah berikutnya adalah memasukkan angka tersebut ke simulator KPR bank.

Misalnya hasil perhitungan Anda mengatakan:

“Saya nyaman maksimal mencicil Rp3 juta.”

Jangan mulai dengan pertanyaan:

“Saya bisa membeli rumah Rp800 juta tidak?”

Mulailah dengan:

“Dengan cicilan maksimal Rp3 juta, DP yang saya miliki, serta tenor yang tersedia, berapa plafon kredit yang sesuai?”

Pendekatan ini jauh lebih aman.


DP Lebih Besar Bisa Membuat Cicilan Lebih Ringan

Misalnya dua orang membeli rumah yang sama seharga Rp600 juta.

Pembeli A memberikan DP Rp60 juta.

Pembeli B memberikan DP Rp180 juta.

Dengan asumsi faktor pembiayaan lainnya sama, pembeli B membutuhkan pinjaman lebih kecil.

Akibatnya cicilan bulanan juga dapat lebih ringan.

Karena itu, menambah DP sering menjadi salah satu cara menurunkan beban KPR.

Tetapi ada satu catatan penting.

Jangan sampai seluruh tabungan dihabiskan untuk uang muka.

Setelah menerima rumah biasanya masih ada pengeluaran seperti:

  • pindahan
  • furnitur
  • perbaikan kecil
  • perlengkapan dapur
  • internet
  • kebutuhan keamanan
  • biaya lingkungan
  • dana darurat

Rumah sudah punya, tetapi rekening kosong juga bukan posisi yang nyaman.


Apakah KPR Bisa Tanpa DP pada 2026?

Dari sisi kebijakan makroprudensial, Bank Indonesia memperpanjang pelonggaran Loan to Value atau LTV kredit properti hingga 31 Desember 2026.

Untuk bank yang memenuhi persyaratan tertentu, batas LTV properti dapat mencapai 100%.

Tetapi perlu dibaca dengan benar.

LTV maksimum 100% tidak berarti setiap calon pembeli otomatis berhak mendapat KPR tanpa DP.

Bank tetap memiliki kebijakan kredit dan penilaian risiko masing-masing.

Developer juga dapat memiliki struktur pembayaran sendiri.

Jadi ketika melihat iklan:

“DP 0%”

tetap tanyakan:

  • apakah benar tanpa uang muka?
  • apakah ada booking fee?
  • apakah ada cicilan DP?
  • apakah ada biaya akad?
  • apakah harga cash dan KPR berbeda?
  • berapa plafon yang benar-benar disetujui bank?
Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji?



Tenor Panjang Membuat Cicilan Ringan, tetapi Ada Konsekuensinya

Salah satu cara paling mudah menurunkan cicilan bulanan adalah memperpanjang tenor.

Contohnya, pinjaman yang dibayar selama 20 tahun biasanya memiliki cicilan bulanan lebih ringan daripada pinjaman yang sama jika diselesaikan dalam 10 tahun.

Ini membantu dari sisi cash flow.

Tetapi jangan hanya melihat cicilan bulanan.

Tenor lebih panjang berarti Anda memiliki kewajiban lebih lama dan secara umum total biaya pembiayaan dapat menjadi lebih besar.

Karena itu, ketika membandingkan KPR, tanyakan bukan hanya:

“Cicilannya berapa?”

Tanyakan juga:

“Total pembayaran selama tenor berapa?”

Dua produk KPR dapat memiliki cicilan awal yang terlihat hampir sama tetapi struktur bunga dan biaya jangka panjang berbeda.


Waspadai Bunga Fixed yang Berubah Menjadi Floating

Ini terutama penting untuk KPR komersial.

Bank dapat menawarkan bunga fixed untuk periode tertentu.

Misalnya fixed beberapa tahun pertama.

Setelah periode tersebut berakhir, bunga dapat berubah mengikuti ketentuan produk.

Karena itu jangan membuat anggaran berdasarkan cicilan promo tahun pertama saja.

Sebelum akad, minta simulasi:

  • cicilan masa fixed
  • periode fixed berakhir kapan
  • bagaimana mekanisme bunga sesudahnya
  • simulasi jika bunga meningkat
  • biaya pelunasan dipercepat
  • biaya refinancing bila ada

Coba bayangkan apakah cicilan masih sanggup dibayar jika suatu hari meningkat.

Kalau pada bunga promo saja pengeluaran bulanan sudah sangat mepet, Anda perlu berhati-hati.


Cicilan 30% Itu Batas, Bukan Target

Ini bagian yang menurut saya paling penting.

Kalau panduan menyebut maksimal 30%, bukan berarti semua orang harus mengambil KPR sampai 30%.

Bayangkan dua keluarga dengan penghasilan sama-sama Rp15 juta.

Keluarga A

Belum punya anak.
Tidak ada cicilan kendaraan.
Tinggal dekat kantor.
Biaya transportasi rendah.

Keluarga B

Punya tiga anak.
Membantu biaya orang tua.
Anak sekolah.
Transportasi ke kantor mahal.

Secara matematika:

30% × Rp15 juta = Rp4,5 juta.

Tetapi apakah keduanya sama-sama nyaman membayar KPR Rp4,5 juta?

Belum tentu.

Karena itulah kemampuan KPR tidak bisa ditentukan berdasarkan gaji saja.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji



Sebelum KPR, Periksa Dana Darurat

OJK dalam materi edukasi pengelolaan keuangan juga menggunakan ukuran dana likuid minimal sekitar tiga kali pengeluaran bulanan serta kemampuan menabung minimal 10% dari penghasilan sebagai indikator kesehatan keuangan.

Ini relevan sekali sebelum mengambil KPR.

Misalnya setelah membayar DP dan biaya pembelian rumah, tabungan Anda tinggal Rp2 juta.

Kemudian satu bulan setelah akad:

AC rusak.

Motor harus servis.

Anak sakit.

Ada kebutuhan keluarga.

Tanpa dana darurat, orang mudah kembali menggunakan kartu kredit atau pinjaman.

Akhirnya KPR bukan satu-satunya cicilan.

Karena itu jangan hanya menyiapkan uang agar bisa akad.

Siapkan juga kondisi keuangan agar bisa bertahan setelah akad.


Simulasi Kemampuan KPR Beberapa Kondisi

Mari melihat contoh yang lebih realistis.

Contoh 1: Gaji Rp7 Juta, Tanpa Cicilan

Penghasilan: Rp7 juta

30% × Rp7 juta = Rp2,1 juta

Secara panduan sederhana, total cicilan sekitar Rp2,1 juta menjadi batas awal.

Kalau ingin lebih konservatif menggunakan 25%:

25% × Rp7 juta = Rp1,75 juta.

Rentang sekitar Rp1,75 sampai Rp2,1 juta dapat digunakan sebagai angka awal mencari produk KPR.


Contoh 2: Gaji Rp10 Juta, Masih Cicil Motor

Penghasilan: Rp10 juta

Batas cicilan 30% = Rp3 juta

Cicilan motor = Rp800 ribu

Ruang KPR:

Rp3 juta - Rp800 ribu = Rp2,2 juta


Contoh 3: Suami Istri Penghasilan Rp15 Juta

Misalnya penghasilan gabungan yang dapat digunakan dalam proses pengajuan adalah Rp15 juta.

Batas 30%:

Rp15 juta × 30% = Rp4,5 juta

Tidak ada cicilan lain.

Secara angka, Rp4,5 juta dapat menjadi batas awal.

Namun kalau pasangan merencanakan punya anak dalam satu atau dua tahun, mungkin lebih nyaman menargetkan cicilan Rp3,5 sampai Rp4 juta sehingga masih tersedia ruang untuk perubahan kebutuhan keluarga.


Contoh 4: Penghasilan Rp20 Juta tetapi Banyak Cicilan

Penghasilan: Rp20 juta

Batas 30% = Rp6 juta

Cicilan mobil = Rp3 juta
Kartu kredit = Rp1 juta
Paylater = Rp500 ribu

Total cicilan lama = Rp4,5 juta.

Ruang KPR tinggal:

Rp6 juta - Rp4,5 juta = Rp1,5 juta

Contoh ini menunjukkan bahwa penghasilan tinggi tidak selalu berarti kemampuan mengambil KPR tinggi.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji?



Bagaimana Kalau Cicilan yang Diinginkan Terlalu Besar?

Misalnya Anda mengincar rumah yang menghasilkan estimasi cicilan Rp5 juta per bulan.

Tetapi kemampuan nyaman Anda hanya Rp3,5 juta.

Jangan langsung memaksa anggaran.

Ada beberapa pilihan:

Menambah DP

Plafon pinjaman turun sehingga cicilan berpotensi lebih rendah.

Memilih rumah yang lebih terjangkau

Kadang selisih tipe rumah atau kawasan beberapa kilometer dapat menghasilkan perbedaan harga cukup besar.

Membereskan cicilan lain

Melunasi kendaraan atau pinjaman konsumtif bisa membuka ruang untuk KPR.

Menunda beberapa bulan untuk menambah tabungan

Tidak selalu harus membeli hari ini.

Mencari skema pembiayaan yang lebih sesuai

Bandingkan beberapa bank, bukan hanya bunga promo tetapi seluruh struktur pembiayaan.

Meningkatkan penghasilan

Jika tidak terburu-buru membeli, tambahan penghasilan yang stabil dapat memperbaiki kemampuan cicilan.


Kesalahan Umum Saat Menghitung Kemampuan KPR

1. Menganggap Plafon Maksimal Bank sebagai Anggaran Belanja

Kalau bank menyetujui plafon besar, bukan berarti harus diambil seluruhnya.

2. Melupakan Cicilan Kecil

Paylater Rp300 ribu, kartu kredit Rp500 ribu, dan cicilan gadget Rp400 ribu terlihat kecil sendiri-sendiri.

Jika digabung, sudah Rp1,2 juta.

3. Menggunakan Penghasilan Terbaik

Komisi besar satu bulan tidak berarti pendapatan sebesar itu akan datang setiap bulan.

4. Menghabiskan Tabungan untuk DP

Akibatnya tidak ada dana darurat setelah pindah.

5. Hanya Melihat Cicilan Promo

Padahal bunga dapat berubah setelah masa fixed selesai.

6. Tidak Memperhitungkan Biaya Tinggal

Rumah yang jauh dari kantor bisa menambah ongkos transportasi.

7. Tidak Menyiapkan Biaya Perawatan

Begitu rumah menjadi milik sendiri, kerusakan rumah juga menjadi tanggung jawab sendiri.


Checklist Sebelum Mengajukan KPR

Sebelum mulai mencari rumah, coba jawab pertanyaan berikut:

  1. Berapa take home pay saya setiap bulan?
  2. Apakah penghasilan stabil?
  3. Berapa rata-rata penghasilan 6 sampai 12 bulan terakhir?
  4. Berapa total cicilan yang masih berjalan?
  5. Berapa pengeluaran rutin keluarga?
  6. Apakah sudah memiliki dana darurat?
  7. Berapa uang muka yang tersedia?
  8. Apakah setelah DP masih ada tabungan?
  9. Berapa cicilan yang masih terasa nyaman?
  10. Apakah cicilan tetap aman jika pengeluaran keluarga meningkat?

Jika jawaban nomor 10 membuat Anda ragu, turunkan target harga rumah.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji?



Jadi, Berapa Cicilan KPR yang Aman?

Sebagai titik awal, gunakan patokan:

Total cicilan utang sekitar maksimal 30% dari penghasilan bulanan.

Kemudian kurangi seluruh cicilan lain yang masih berjalan.

Contoh:

Gaji Rp10 juta
30% = Rp3 juta
Cicilan motor Rp800 ribu

Maka ruang cicilan KPR sekitar Rp2,2 juta.

Tetapi angka tersebut bukan aturan mutlak untuk semua keluarga.

Kalau penghasilan tidak tetap, punya banyak tanggungan, atau biaya hidup tinggi, menggunakan batas 20 sampai 25% bisa terasa lebih nyaman.

Yang dicari bukan cicilan terbesar yang bisa diperoleh.

Yang dicari adalah cicilan yang masih memungkinkan Anda tidur dengan tenang setiap akhir bulan.


FAQ Seputar Kemampuan Cicilan KPR

1. Gaji Rp5 juta idealnya cicilan rumah berapa?

Dengan panduan 30%, total cicilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Jika masih memiliki utang lain, kewajiban tersebut perlu dikurangi dari angka ini.

2. Gaji Rp10 juta bisa cicil KPR Rp3 juta?

Secara perhitungan 30%, Rp3 juta merupakan batas total cicilan. Tetapi kemampuan sebenarnya tetap tergantung cicilan lain, pengeluaran keluarga, dan kestabilan pendapatan.

3. Apakah penghasilan suami istri bisa digabung?

Pada produk tertentu penghasilan pasangan dapat dipertimbangkan dalam pengajuan bersama, tetapi persyaratannya mengikuti kebijakan bank.

4. Kalau tidak ada cicilan, apakah aman mengambil KPR 40% dari gaji?

Belum tentu. Semakin tinggi porsi cicilan, semakin kecil ruang untuk kebutuhan dan kondisi darurat. Sebagai panduan kesehatan keuangan, OJK menggunakan angka maksimal 30% untuk rasio cicilan terhadap penghasilan.

5. Apakah DP besar membuat KPR lebih ringan?

Secara umum iya, karena jumlah pembiayaan yang dibutuhkan menjadi lebih kecil, selama faktor lainnya sama.

6. Apakah bank pasti menyetujui KPR jika cicilan di bawah 30%?

Tidak. Bank juga melakukan analisis kelayakan dan mempertimbangkan berbagai informasi termasuk kemampuan membayar dan profil kredit calon debitur.

7. Haruskah cek SLIK sebelum mengajukan KPR?

Tidak ada salahnya mengecek. Dengan begitu Anda dapat memastikan informasi fasilitas kredit yang tercatat sesuai kondisi sebenarnya.


Kesimpulan

Menentukan kemampuan membeli rumah sebaiknya dimulai dari keuangan Anda, bukan dari harga rumah yang sedang ditawarkan.

Gunakan batas total cicilan sekitar 30% dari penghasilan sebagai titik awal.

Setelah itu kurangi cicilan kendaraan, kartu kredit, paylater, atau kewajiban kredit lainnya.

Jika hasil akhirnya Rp2,5 juta, mulailah mencari rumah dan skema KPR dengan cicilan sekitar angka tersebut, bukan memaksakan rumah yang membutuhkan cicilan Rp4 juta.

Sisakan pula ruang untuk tabungan dan dana darurat.

Rumah seharusnya memberikan rasa aman, bukan membuat seluruh pendapatan habis setiap awal bulan hanya untuk mengejar cicilan.

Setelah mengetahui kemampuan cicilan, langkah berikutnya adalah membandingkan harga rumah, DP, tenor, serta simulasi pembiayaan dari beberapa bank sebelum mengambil keputusan.

Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji



Post a Comment for "Berapa Cicilan KPR yang Aman Sesuai Gaji? Ini Cara Menghitungnya"