Budidaya pisang cavendish yang menjanjikan dan menguntungkan

Budidaya pisang cavendish yang menjanjikan dan menguntungkan

Budidaya pisang cavendish


Pisang Cavendish sebagai komoditas buah tropis yang paling terkenal dilapisan warga. Pisang ini lebih dikenali dengan istilah Pisang Ambon Putih. Pisang cavendish banyak diperkembangbiakkan dengan memakai sistem kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibanding dengan bibit dari anakan ialah bibit kultur jaringan terlepas dari penyakit seperti layu moko karena Pseudomonas solanacearum dan layu panama karena Fusarium oxysporum cubense. Rasa yang unik dan sedap membuat pisang ini lebih banyak disukai dimasyarakat hingga permintaanya lumayan tinggi. Oleh karenanya budidaya pisang cavendis jadi kesempatan yang paling memberikan keuntungan sekarang ini.


Beberapa ciri pisang cavendish yakni :

• Tangkai warna hijau dengan tinggi sekitaran 2,5 sampai 3 mtr.,

• Satu tandan pisang terbagi dalam 8-13 sisir dengan berat 15-30 kg dan panjang tandan kira-kira 60-100 cm

• rasa ciri khas yang manis tetapi cukup asam dan struktur yang lunak,

• buahnya mempunyai warna putih kekuningan,

• Kulit buah cukup tebal warna hijau kekuningan sampai kuning muda lembut.


Budidaya pisang cavendish


Panduan budidaya pisang cavendish :

• Penyeleksian Bibit. Pilih tunas dari pohon yang hasilkan buah berkualitas baik. Tentukan tunas yang mempunyai tinggi kira-kira 1 sampai 1,5 mtr. dan diameter tangkai kira-kira 7-12 cm.

• Persiapan Tempat. Bikinlah aliran air disekitaran tempat tanam supaya tidak ada air yang menggenang disekitaran pohon cavendish yang bisa mengakibatkan tunas pisang jadi membusuk. Upayakan pH tanah diangka 5. Bila kurang dari itu taburilah kapur pada tanah dengan jumlah sekitaran 300 kg/ha untuk jaga kandungan keasaman tanah.

• Pemupukan Saat sebelum Penanaman. Buat lubang tanam memiliki ukuran 40 x 40 x 40 cm. Bila penanaman lebih satu pohon bikinlah jarak 3-4 mtr. antara lubang. Campur satu sendok makan pupuk NPK, satu sendok makan pupuk puradon dan 2 kg pupuk kandang pada tanah yang bakal ditanam pisang cavendish. Biarkan sepanjang dua minggu saat sebelum proses penanaman.

• Penanaman. Tanamlah tunas pisang ke lubang tanam dengan status akar sentuh tanah. Yakinkan bibit pisang agar lebih tinggi 20-30 cm di permukaan tanah. Siramilah bibit itu sama air seperlunya.

• Pemupukan Sesudah Penanaman. Beri pupuk organik atau pupuk anorganik 1 bulan sesudah penanaman pisang cavendish. Juga bisa dikasih kombinasi pupuk 250 g Za, 100 g DS, dan 150 g ZK pada tiap pohon. Kemudian, berilah pupuk sekitar 3 bulan sekali.

• Perawatan Pisang Cavendish. Sesudah menanam, lakukan perawatan supaya pohon cavendish terbebas dari hama penyakit.

- Lakukan perampalan atau menggunting pelepah yang telah kering.

- Siramilah pohon pisang itu dengan teratur.

- Singkirkan gulma atau rumput liar yang ada di sekitaran pohon. Bila didiamkan, pohon cavendish akan berebutan elemen hara dengan rumput liar disekelilingnya.

- Bila anak pohon cavendish tumbuh, selekasnya pisahkanlah pohon itu dan tanam pada lubang lain dalam jarak 3-4 mtr. dari pohon yang lain.

- Potong jatung pisang saat bunga terakhir kalinya mekar untuk menahan pelambatan perkembangan buah pisang.

- Untuk menghindar gempuran serangga atau gesekan daun, bungkuslah pisang memakai kantong plastik seukur 1 mtr. x 45 cm.

- Buanglah buah pisang yang tidak tumbuh prima.

Pemanenan. Pemanenan dapat dilaksanakan saat pohon berumur 12-13 bulan. Pemanenan bergantung cuaca dan musim. Di saat musim kemarau, dapat dipanen saat capai usia 80 hari sesudah jantung pisang keluar. Pada musim hujan, panen dapat dilaksanakan sesudah 120 hari sesudah jantung pisang keluar.


Jika anda tertarik dengan perkebunan Pisang Cavendish dengan Bagi Hasil yg menguntungkan dan Bebas Biaya Perawatan Silahkan Klik disini >>>> DISINI 


Post a Comment for "Budidaya pisang cavendish yang menjanjikan dan menguntungkan"