Akad Muzara’ah dan pengelolaan lahan kebun kujaga



Kenapa harus melangkah sendirian ketika banyak muslim lainnya bersiap bersinergi dengan kita!

Kejujuran, kepercayaan harus didukung melalui skema sinergi yang jelas serta didukung dengan perizinan lengkap dan legalitas mantap.
Menghidupkan kembali skema akad Islami zaman Nabi Muhammad SAW.
Adalah akad syari’ah muzara’ah sebagai pedoman kerjasama bagi hasil hingga 50 tahun kedepan
Kebun kujaga menjadi sebuah wadah nyata dan tentunya sebagai solusi yang tepat!

Ini bukan sekedar mengikuti trend belaka!
Bukan pula kavling berbonus pohon!
Namun, fokus kita adalah menanam dan ke depannya menikmati hasil panen!

Apakah Anda akan bertindak sebagai salah satu dari sekian banyak pemain dalam sinergi Kebun Kujaga ini?
Ataukah puas hanya menjadi penonton bagi kemajuan kami bersama muslim lainnya?

Dalam akad Muzara’ah/ pengelolaan lahan, salah satu yang menjadi rukun/ wajib adalah adanya presentase bagi hasil dengan system Revenue Sharing/ penjualan Bruto.
Ada pun di Kebun Kujaga bagi hasilnya, yaitu : “PT / pengelola 60% : pemilik kavling 40%”.

Dengan persentase ini maka kita berpeluang untuk mendapatkan hasil panen lebih besar atau lebih sedikit sesuai dengan kondisi panen di kebun dengan gambaran sebagai berikut :

Apabila panen jahe merah 1 (satu) kavling nantinya senilai Rp. 24.000.000, maka:
• PT 60% = Rp. 14.400.000
• Pemilik 40% = Rp. 9.600.000

Apabila panen jahe merah 1 (satu) kavling nantinya senilai Rp. 100.000.000, maka:
• PT 60% = Rp. 60.000.000
• Pemilik 40% = Rp. 40.000.000

Gambaran di atas adalah ilustrasi persentase bagi hasil dengan system revenue sharing/ penjualan bruto yaitu : “PT / pengelola 60% : pemilik kavling 40%” sebagai dasarnya dengan besaran Rupiah (Rp) menyesuaikan kondisi panen di kebun.


Perhitungan yang kita pakai adalah acuan harga terendah.

Sebagai contoh komoditas jahe merah.
Jahe kita proyeksikan panen 2 ton (2.000 Kg) dengan harga Rp. 12.000/kg.
Padahal dengan mengacu nilai rata-rata harga jahe merah sekarang ini mencapai Rp. 27.000/Kg untuk kualitas ekspor Jepang. Target panen jahe pun dalam 1 (satu) tahun menjadi 3,5 ton (3.500 Kg)

Apabila panen jahe merah 1 (satu) kavling sebesar itu, maka:
• Panen jahe 1 (satu) kavling = 3.500 kg (3,5ton) x Rp. 27.000/Kg = Rp. 94.500.000, maka dengan demikian perhitungan BAGI HASILNYA adalah sebagai berikut :
• PT 60% = Rp. 56.700.000 :
• PEMILIK 40% = Rp 36.800.000.


Post a Comment for "Akad Muzara’ah dan pengelolaan lahan kebun kujaga"